Sopan santun Jika Anda Bermimpi Buruk dalam Islam

Beberapa kejadian yang sering terjadi pada manusia adalah bermimpi. Keinginan adalah bagian dari kebesaran Tuhan tempat jiwa kita diluncurkan dari tubuh. Tuhan berkata,

“Allah menahan jiwa orang yang tidak berguna kehilangan nyawa dan (menahan) jiwa orang yang tidak berguna dalam tidurnya; kemudian Dia akan menghadap ke jiwa (laki-laki) kepada siapa Dia telah menetapkan kehilangan nyawa dan Dia akan meluncurkan jiwa-jiwa yang berlawanan sampai waktu yang ditentukan. Tentu saja, ada indikator energi Tuhan untuk individu yang mengira. “(QS. Az-Zumar: 42)

Seiring dengan keinginan yang menakjubkan, ada juga mimpi buruk yang tidak datang dari Tuhan, namun dari setan. Dari Bukhari dan narasi Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu’ alaihi wa sallam menyatakan,

“Ada tiga macam keinginan: bisikan hati koroner, kekhawatiran setan, dan kabar baik tentang Tuhan.”

Dalam menghadapi mimpi buruk, kita harus selalu melakukan beberapa masalah yang diajarkan Rasul sebagai berikut:

1. Ta’awaudz

Rasul mengajarkan kita untuk belajar ta’awudz tiga kali jika dia mengalami mimpi buruk.

“Keinginan yang tidak sehat berasal dari setan, jadi jika dianggap salah satu dari Anda memiliki mimpi buruk,

Adapun ungkapan ta’awudz sendiri telah diajarkan oleh Allah dengan cara Al-Qur’an,

“Begitu kamu mempelajari Alquran, cari keselamatan Allah dari iblis terkutuk.” (QS. An-Nahl [16]: 98)

3. Ludah ke kiri

Jika dia memiliki mimpi buruk, maka dia harus meludah Tiga kali ke kiri.

“Jika dianggap salah satu dari kalian memiliki mimpi yang tidak dia setujui, maka biarkan dia meludah ke kiri tiga kali, membela Allah dari gangguan Setan tiga kali …” (HR. Muslim)

4. Ubah tempat tidur Anda

Satu faktor lain yang harus dilakukan sepanjang mimpi buruk adalah memvariasikan tempat tidur Anda. Itu sesuai dengan nasihat rasul,

“Jika ada yang menganggap salah satu dari kalian memiliki mimpi yang tidak dia setujui, maka biarkan dia meludah tiga kali, mencari perlindungan dari Allah tiga kali, dan mengubah tidurnya dari tempatnya.” (SDM. Muslim)

5. Berdoa

Jika Anda bangun dari mimpi, maka yang terbaik adalah memulai doa malam.

“Karena kenyataan ini, jika Anda memiliki mimpi yang tidak Anda sukai, bangkit dan berdoa …” (HR. Muslim)

6. Jangan memberi tahu orang lain

Jika kita mendapat mimpi buruk, kita harus selalu tidak berbagi mimpi dengan orang lain karena mimpi itu berasal dari setan.

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, seorang Arab Badui tiba di sini kepada Nabi dan meminta,” Wahai Utusan Allah, aku bermimpi bahwa kepalaku dipenggal dan setelah itu digulung dan setelah itu aku berlari mengejarnya “. Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam menyebutkan kepada orang tersebut,” Jangan memberi tahu orang lain dari setan yang ikut serta dengan Anda di alam mimpi “. Setelah kejadian itu, saya mendengar Nabi mengirimkan satu dari semua khotbahnya, “Jangan memberi tahu kisah Setan yang melakukannya di alam mimpi” (HR Muslim)

7. Tidak terlalu banyak berpikir

Seperti yang dibicarakan dalam argumen sebelumnya, ketika Anda memiliki mimpi buruk, maka Anda tidak seharusnya menganggap terlalu banyak tentang mimpi yang telah Anda dapatkan sebelumnya.

Abu Qatadah menyebutkan,

“Pada kenyataannya saya bermimpi bahwa saya merasa lebih berat daripada gunung, setelah saya mendengar hadits ini saya tidak peduli dengan mimpi itu.”

Itulah beberapa tata krama ketika mengalami mimpi buruk dalam Islam. Lihatlah betapa hebatnya iman Islam, bahkan untuk masalah-masalah kecil seperti ini masih ada tata krama dan pedoman. Bisakah kita sepanjang waktu mampu mengikuti ajaran masing-masing Rasul pada kita. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *