Sikap Pasangan Ketika Suami Pergi ke Islam dan Nubuatnya

Keluarga dibangun dengan kerja sama yang baik antara suami dan pasangan.

Suami sebagai puncak keluarga yang bertanggung jawab atas pengasuhan rumah tangga biasanya dapat menempuh jarak yang baik, namun saat itulah pasangan diminta untuk bekerja dengan baik secara kolektif.

Diharapkan pasangan akan memiliki kemampuan untuk menjaga sopan santun ketika suaminya pergi. Di bawah ini tercantum beberapa perilaku pasangan ketika suami pergi:

1. Jangan menyambut perusahaan pria

Ketika sang suami pergi, maka pasangan itu harus membela diri dengan menghindari segala jenis pencemaran nama baik dan berbagai kejahatan yang mungkin terjadi.

Salah satunya adalah untuk tidak mengizinkan perusahaan pria masuk ke rumah.

Berhati-hatilah dengan Allah terkait dengan hak-hak istri Anda. Anda mengambil mereka dalam kepercayaan dari Allah, dan Anda mungkin sah menurut hukum sehubungan dengan mereka karena Allah membuat mereka berdasarkan perjanjian.

Hak-hak Anda adalah kewajiban mereka, mereka tidak dapat menempatkan laki-laki di rumah.

Jika mereka melanggarnya, serang mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan.

Padahal mereka memiliki hak untuk menawarkan makanan dan pakaian dengan metode yang terjangkau, itu adalah tugas Anda. (HR. Muslim 1218).

2. Pertahankan properti suami Anda

Salah satu dari banyak kewajiban pasangan ketika setiap suami dan pasangan pergi adalah untuk menjaga properti suami. Pasangan tidak diperbolehkan menghabiskan harta suaminya tanpa izin suaminya.

Meskipun demikian, larangan ini tidak hanya berlaku untuk properti besar, tetapi juga untuk makanan.

“Tidak ada wanita yang harus meninggalkan sesuatu dari rumah suaminya selain bersama dengan izin suaminya.” Diminta, ‘Wahai Rasulullah, bukankah itu makanan?’ Dia menjawab, “Itu lebih baik dari harta kita.” ”

3. Pergi rumah tanpa izin

Seorang pasangan yang suaminya sendirian di rumah tidak dapat pergi tanpa izin suami, terutama jika suaminya keluar.

Kemudian yakin bahwa pasangannya harus tetap di rumah sementara suaminya pergi.

Pada usia superior ini, pasangan dapat menghubungi suaminya melalui telepon untuk meminta izin suaminya untuk pergi. Jadi raih manfaat dari pengembangan teknologi jika Anda ingin mendapatkan izin.

Dari Ibnu Umar, yang memiliki masa lalu historis, ketika seorang wanita sampai di sini kepada Nabi. dan menyebutkan, “Wahai Rasulullah, apa yang pantas bagi suami bagi pasangannya?”

Dia menjawab, “Hak suami untuk pasangannya adalah meninggalkan rumah selain dengan izin; jika dia keluar dari rumah maka Allah, utusan rahmat, dan utusan murka akan mengutuknya sampai dia bertobat dan kembali ke rumah. “(HR. Ibn Abu Syaibah)

Dalam Islam, wanita adalah alat kelamin jadi sebaiknya tetap di rumah selama tidak ada keinginan mendesak.

“Wanita itu genital, ketika dia keluar (dari rumahnya) setan selalu mencintainya” (HR Tirmidzi, dinilai shahih oleh al-Albani).

4. Menghiasi

Ketika suami tidak akan tinggal, Anda tidak boleh menghias berlebihan. Sebenarnya dalam Islam, menghias hanya bisa dilakukan di pintu masuk suaminya.

Sementara itu, untuk menjaga kebersihan dan kerapian harus selalu diselesaikan, hanya saja menghiasi tidak boleh selesai ketika tidak ada suami di tempat tinggal karena dikhawatirkan akan ada fitnah.

5. Berdoa

Ketika suami pergi, yang terbaik adalah berdoa untuk keamanan dan kemudahan cara rezeki untuk suami.

Fasilitas doa dari pasangan adalah senjata terbaik dan terkuat dalam setiap langkah dan energi.

6. Mendidik anak-anak

Meskipun suaminya sudah keluar, pasangannya tidak boleh meninggalkan kewajibannya di rumah, khususnya mendidik anak-anak.

Itu adalah pasangan pria ketika suaminya pergi. Semoga teks ini dapat menambah wawasan kita dalam pernikahan sebagai upaya untuk berubah menjadi rumah tangga yang diberkati oleh Allah. Aamiin.

Islam telah mengajarkan bagaimana sikap seoranf istri kepada suami, namun bagi teman-teman yang belum memmpunyai pasangan. Maka alangkah baiknya teman-teman harus mengetahui dulu ciri-ciri wanita sholehah di situs duniapondok.com, sekian terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *